Pada postingan terdahulu tentang manfaat puasa bagi fisik dan jiwa
kita akan tau pentingnya berpuasa dibulan ramadhan bagi kesehatan.Tidak
kalah pentingnya dengan puasa, penting juga bagi kita untuk menjaga
pola makan yang baik bagi tubuh kita, karena cara paling praktis untuk
mengendalikan keseimbangan metabolisme tubuh adalah dengan pola makan.
Jika metabolisme berjalan tidak normal, maka akan muncul gejala sakit.
Mulai dari yang paling ringan seperti badan mudah lelah, mudah
ngantuk,sakit kepala, masuk angin sampai pada penyakit yang serius macam
asam urat, kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes dan lain
sebagainya.
Cara kerja sistem tubuh kita mirip sekali dengan kendaraan bermotor,
bahkan lebih canggih. tidak berbeda dengan tubuh manusia. Kesehatan
tubuh kita tergantung pada 3 hal yaitu makanan yang kita makan, proses
pembakarannya (metabolisme dalam tubuh), dan proses pembuangan zat-zat
beracun hasil metabolisme. Maka untuk mengukur dan mengendalikannya ada 3
hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, jenis makanan dan komposisi
yang dimasukkan ke dalam tubuh. Yang kedua, jumlah atau porsi makanan
yang kita konsumsi, dan yang terakhir adalah waktu atau jam makan
Jenis Makanan
Secara umum manusia memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin
dan berbagai macam mineral lain. Agar tubuh sehat secara maksimal, maka
kita perlu mengkonsumsi jenis-jenis makanan tersebut secara seimbang.
Kebanyakan pada satu jenis atau kekurangan pada jenis yang lain akan
menyebabkan kita sakit. Dan jika terjadi secara terus-menerus kita akan
mengalami sakit yang kronis dan berkepanjangan, karena fungsi organ
dalam tubuh kita tidak bisa bekerja secara maksimal.
Kolesterol sebenarnya adalah zat yang bermanfaat dalam tubuh kita.
Asalkan jumlahnya seimbang. Dalam kondisi normal, kolesterol. Dalam
kondisi normal, kolesterol berfungsi untuk membuat hormon seks, hormon
korteks adrenal, vitamin D, dan garam empedu. Jadi sebenarnya kolesterol
adalah jenis lemak yang cukup penting buat tubuh, namun jika kadarnya
berlebihan di dalam darah, bisa membahayakan kesehatan. Kadar kolesterol
normal bila dalam darah kita terkandung kolesterol dibawah 5
milimol/lt. Garis batas normalnya adalah antara 6-7 milimol/tl. Dan
dikatakan cukup tinggu bila mencapai 7-9 milimol/lt.
Kandungan kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan arteriosklerosis
yaitu pengerasan pembuluh darah koroner, serangan jantung dan berakhir
pada kematian. seseorang yang memiliki kadar kolesterol 8-14 mmol dalam
darahnya memiliki resiko terkena penyakit jantung 10 kali lipat
dibandingkan dengan yang memiliki kadar 6 mmol, pada umur dan jenis
kelamin yang sama. Jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh seseorang,
dan usia yang semakin bertambah lanjut ternyata ikut menentukan
tingginya kolesterol dalam darah.
Tingginya kadar kolesterol seseorang terkait dengan menu dan
kebiasaan makannya. Oleh karena itu kita bisa mengontrol kadar
kolesterol dengan mengendalikan pola makan kita. Penurunan kadar
kolesterol 23% dalam darah seseorang bisa menurunkan angka kematian
akibat penyakit jantung sebesar 35%, menurunkan jumlah pasien operasi
jantung akibat arterioskleroses sebesar 60% dan penurunan jumlah
penderita arterioskleroses sebanyak 30-40%. Dan uniknya, puasa memiliki
peran yang luar biasa untuk menurunkan kadar kolesterol tersebut.
Komposisi Makanan
Komposisi gizi dalam menu makanan yang kita konsumsi memiliki
pengaruh yang besar bagi kesehatan. selain kecukupan gizi, komposisi
makanan juga harus berorientasi pada efektifitas kerja pencernaan.
Sistem pencernaan kita ini ibaratkan sebagai mesin giling. Ia memiliki
kapasitas dan spesifikasi tertentu. Jika pencernaan kita dipenuhi
makanan dalam jumlah yang berlebihan, maka kerjanya menjadi tidak
efektif karena ada sejumlah makanan yang tidak bisa dicerna secara
sempurna.
Jenis makanan yang berbeda ternyata memiliki kecepatan cerna yang
berbeda pula. Buah buahan adalah makanan yang paling cepat untuk dicerna
yaitu 0.5 jam, sedangkan sayuran butuh sekitar 1 jam, nasi atau
karbohidrat memerlukan waktu 2 jam, protein membutuhkan sekitar 4 jam,
dan lemak adalah yang paling lama yaitu 6 jam. Itu adalah waktu cerna
ketika masing masing jenis makanan itu dikonsumsi sendiri-sendiri.
Yang menarik adalah, ketika seluruh jenis makanan tersebut dikonsumsi
secara bersamaan, waktu cernanya lebih panjang, hingga 8 jam.
Kompleksitas kandungan zat dalam makanan ternyata membuat sistem
pencernaan kita bekerja lebih berat. Jadi sebenarnya badan kita akan
sehat bila metabolisme berjalan secara sempurna. Metabolisme bisa
sempurna bila tersedia gizi yang cukup dalam keseimbangan. Gizi yang
cukup itu terjadi bila pencernaan berjalan efektif dan efisien. Dan
pencernaan bisa berjalan demikian jika dijalankan secara alamiah sesuai
dengan kemampuan dan kapasitasnya.
Artinya, pencernaan kita jangan sampai dibebani terlalu berlebihan
baik dalam jumlah, jenis maupun komposisinya. Komposisi makanan selain
mempengaruhi efektifitas pencernaan, juga akan berpengaruh pada sifat
asam basa tubuh. Badan manusia berada dalam kondisi normal dan cenderung
basa, sekitar PH 7.3. Oleh karena itu, makanan yang kita konsumsi harus
mendukung ke arah sedikit basa.
Buah dan sayuran adalah makanan yang bersifat basa. Sedangkan protein
dan lemak mengarah pada sifat asam. Maka pada ahli food combining
membuat menu sehat dengan menyeimbangkan makanan pembentuk asam dan
pembentuk basa yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika makanan kita
terlalu banyak membentuk asam, maka tubuh kita akan cenderung bersifat
asam. Dan akan menyebabkan sakit.
Gejala seperti cepat lelah, sering sakit kepala, meriang, mudah
ngantuk, kulit kusam, jerawatan adalah tanda-tanda mulai terjadinya
ketidak seimbangan dalam tubuh yang menjurus ke suasana asam sehingga
daya tahan tubuh menjadi menurun. Upaya untuk menetralkan suasana asam
menuju ke basa akan bisa mengatasi gejala-gejala tersebut.
Komposisi makanan kita setiap hari harus dibuat sedemikian rupa
sehingga menunya membentuk PH tubuh 7.3. Hal ini bisa dilakukan dengan
mengatur jumlah karbohidrat, lemak, protein, dan sayuran serta buah
buahan.Porsi sayuran dan buah harus lebih banyak atau bahkan 2 kali
lipat dari nasi dan lauknya. Dengan cara ini maka bahan pembentuk asam
menjadi tidak dominan.
Dengan demikian diharapkan proses metabolisme akan berjalan secara
efektif dan efisien. Badan akan dalam keseimbangan yang optimal.
Badanpun sehat.
Jumlah Makanan
Selain dua hal diatas, jumlah makanan yang kita konsumsi juga ikut
berpengaruh pada keseimbangan sistem pencernaan dan metabolisme. Makan
terlalu banyak dapat menyebabkan proses pencernaan tidak bisa berjalan
maksimal. Proses pencernaan makanan ini mengalami perjalanan yang
panjang, sekitar 9 meter, dimulai dari mulut, esofagus, lambung, usus
halus, usus besar, rektum dan berakhir di anus.Sepanjang perjalanannya
makanan mengalami proses biokimiawi, dipecah-pecah menjadi bagian yang
lebih sederhana agar bisa diserap oleh darah dan kemudian diedarkan ke
seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi. Rasulullah sendiri
berpesan pada kita untuk makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum
kenyang.
Waktu dan Ritme Makan
Waku makan yang baik adalah ketika badan sedang membutuhkan makanan.
Tubuh kita akan membunyikan alarm jika butuh makan yaitu dengan
munculnya rasa lapar, begitu pula bila kekurangan cairan, kita akan
merasa haus. Badan kita memiliki ritmealamiah dalam mencerna makanan.
Dalam sehari semalam, tubuh memiliki kecenderungan untuk melakukan 3
proses. Setiap proses memakan waktu sekitar 8 jam. Masing-masing proses
itu adalah mencerna, penyerapan dan metabolisme serta membuang sampah
hasil metabolisme.
Pada jam 12 siang hingga jam 8 malam, badan memiliki kecenderungan
untuk mencerna, setelah itu antara jam 8 malam hingga jam 4 pagi badan
cenderung untuk melakukan penyerapan zat-zat hasil cerna sampai pada
metabolisme secara intensif. Oleh karena itu pada jam-jam ini kita
jangan membebani dengan tugas mencerna agar proses penyerapan dan
metabolisme bisa berjalan optimal. Dan jam 4 pagi sampai jam 12 siang,
badan kita memiliki kecenderungan untuk membuang sampah-sampah
metabolisme. Karena itu, umumnya pada pagi hari kita cenderung untuk
BAB.
Waktu makan yang paling baik adalah yang mengikuti ritme alamiah
tubuh. Badan memiliki kecenderungan mencerna pada siang sampai sore
hari. Maka, itulah waktu yang paling pas untuk MAKAN BESAR. Sebagian
energi bisa secara maksimal digunakan untuk proses pencernaan dan proses
itu berjalan secara efektif selama 8 jam.
Berikutnya malam hari jam 8 s.d 4 pagi adalah waktu yang paling baik
untuk penyerapan hasil pencernaan serta metabilisme tarhadap makanan
yang baru dicerna sebelumnya. Karena itu sebaiknya makan malam dilakukan
sebelum jam 8 malam, agar perut kita tidak penuh sesak saat tidur yang
menyebabkan fungsi pencernaan berjalan kembali.
Pagi hari, antara jam 4 dan 12 siang, tubuh lalu membuang hasil-hasil
metabolisme. Untuk itu kita harus membantunya dengan cara cukup minum,
dan sarapan ringan dengan buah-buahan. Sarapan menggunakan buah-buahan
memiliki beberapa tujuan, diantaranya untuk memperoleh asupan vitamin
dan mineral, selain itu buah bisa dicerna hanya dalam waktu 0.5 jam
saja. Hasilnya langsung bisa dirasakan oleh badan.
Walaupun tubuh kita secara umum bisa melakukan ketiga proses diatas
secara bersamaan setiap saat, namun hal ini tidak baik karena proses
alami yang sudah dijadwalkan dalam tubuh kita per masing-masing 8 jam
tadi bisa menjadi lebih lama, karena selama ini kebanyakan kita memiliki
pola makan yang tidak mempertimbangkan ritme tubuh.Ketika siang hari,
kita makan, dan tubuhpun mencerna. Setelah itu malam hari, mestinya
badan melakukan penyerapan dan metabolisme, tetapi kita juga makan malam
badan kita pun mencerna lagi. Pagi hari, mestinya badan membuang
sampah, ternyata kita sarapan pagi cukup banyak dan badan kita kembali
mencerna.
Karena itu jangan heran bila proses-proses tersebut tidak dapat
berjalan secara optimal. Akibatnya pada waktu metabolisme, pembakarannya
tidak sempurna sehingga menghasilkan sampah yang bersifat racun.
Celakanya proses pembuangan pun tidak berjalan baik sehingga racun-racun
sisa metabolisme tersimpan di dalam tubuh menjadi potensi penyakit.
Untuk itu, agar proses pencernaan bisa berjalan secara efektif dan
efisien, penyerapan dan metabolismenya juga berjalan baik, maka kita
perlu menyingkronkan jenis makanan, komposisi makanan, dan ritme tubuh
agar proses-proses tersebut dapat berjalan secara seimbang. Dengan
begini PH tubuh akan menuju pada kondisi seimbang, dan akhirnya tubuh
akan berada dalam kondisi puncak keseimbangannya, badanpun menjadi
sehat.
Maroji:
Scientific Fasting “untuk apa berpuasa”, Agus Mustofa








0 komentar:
Posting Komentar