Jam

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2014

Jenis-Jenis Vitamin dan Fungsinya Bagi Tubuh

Macam-Macam Vitamin 
 
Macam-Macam Vitamin, Kegunaannya, Sumber Vitamin dan Akibat Kekurangan Vitamin Bagi Tubuh.

Vitamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan menjalankan fungsinya dengan baik. Berbeda dengan mineral yang tidak mudah rusak, vitamin mudah rusak dan berubah bentuk jika terkena panas atau asam.

Struktur vitamin akan berubah ketika masuk ke dalam tubuh. Tubuh tidak menyerap vitamin dalam bentuk awal, melainkan diserap dalam bentuk provitamin (vitamin yang belum aktif). Vitamin memiliki sifat mudah larut dalam air dan lemak, namun tidak dengan mineral.

Fungsi vitamin dalam tubuh berbeda-beda tergantung jenisnya. Dan berikut ini jenis-jenis vitamin beserta sumber, fungsi serta akibat dari kekurangan vitamin tersebut (defisiensi).

Vitamin A (Retinol)

Fungsi: mengoptimalkan perkembangan janin, meningkatkan daya tahan tubuh, anti aging, anti oksidan dan memerangi penyakit malaria.
Sumber: hati, minyak ikan, daging, susu, wortel, serta sayuran dan buah berwarna orange.
Kekurangan vitamin A dapat mengkaibatkan rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh dan kulit yang tidak sehat

Vitamin B1 (Thiamin)

Fungsi: membantu proses oksidasi tubuh untuk memperoleh energi dan mencegah penyakit beri-beri
Sumber: kacang hijau, daging, kulit beras, sayuran dan roti
Kekurangan vitamin B1 menyebabkan kulit kering dan bersisik serta daya tahan tubuh berkurang

Vitamin B2 (Riboflavin)

Fungsi: pernapasan dalam sel (respirasi selular), menjaga keutuhan jaringan saraf, dan mempercepat pemindahan rangsang sinar ke saraf mata.
Sumber: hati, telur, susu dan ragi
Kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh, kulit kerng bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan

Vitamin B3 (Niasin)

Fungsi: membantu pembebasan energi dari makanan dan sintesis asam lemak.
Sumber: hati, telur, jamur dan kacang tanah.
Kekurangan vitamin B3 mengakibatkan terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, badan lemas, mudah muntah dan mual-mual.

Vitamin B5 (asam pantotenat)

Fungsi: membantu metabolsime karbohidrat, protein dan lemak dalam tubuh
Sumber: daging, susu, sayur hijau, ginjal, hati dan kacang hijau
Kekurangan vitamin B5 mengakibatkan otot mudah menjadi kram, sulit tidur, gangguan emosi

Vitamin B6 (pridoksin)

Fungsi: membantu mencerna protein dan respirasi selular
Sumber: telur, daging, kentang dan kubis
Kekurangan vitamin B6 menyebabkan pelagra (kulit pecah-pecah), keram pada otot dan insomnia (sulit tidur)

Vitamin B7 (Biotin)

Fungsi: Metabolisme Energi, pertumbuhan rambut dan kuku, menurunkan berat badan dan menjaga kadar gula dalam darah.
Sumber: Swiss chard, roti gandum, telur ayam, wortel, susu, keju, ikan salmon dan kacang-kacangan
Kekurangan vitamin B7 dapat menimbulkan penyakit Dermatitis, Hyperesthesia dan Paresthesia, Keratokonjungtivitis, Anorexia, Anemia dan terganggunya fungsi jantung.

Vitamin B9 (Asam Folat)

Fungsi: pembentukan sel darah merah, perbaikan DNA, Perkembangan bayi, pembentukan jaringan tubuh, mengoptimalkan fungsi otak, pertumbuhan rambut.
Sumber: selada, bayam, asparagus, semangka, belewah, biji bunga matahari, kacang-kacangan, hati dan kuning telur.
Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan terganggunya fungsi otak, pertumbuhan tulang belakang, sariawan, diare, dll.

Vitamin B12 (kobalamin)

Fungsi: pembentukan sel darah merah, sintesis asam nukleat dan pembelahan sel.
Sumber: daging, telur, susu, hati dan ragi (makanan hasil fermentasi)
Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia (kurang darah) dan mudah lelah

Vitamin C (asam askorbat)

Fungsi: menjaga ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi dan racun, menurunkan kolesterol, serta mencegah penyakit jantung (dalam dosis tinggi), hipertensi, diabetes melitus dan kanker
Sumber: buah-buahan misalnya jeruk, tomat, pepaya dan sayuran hijau lainnya
Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan mudah infeksi pada luka, gusi berdarah dan rasa nyeri pada persendian.

Vitamin D (Kalsiferol)

Fungsi: meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.
Sumber: susu, minyak ikan, dam kuning telur
Kekurangan vitamin D menyebabkan gigi rusak, kejang-kejang otot, rakitis (kaki berbentuk O)

Vitamin E (Tokoferol)

Fungsi: berberan penting dalam sistem reproduksi dan mencegah penyakit kanker paru-paru.
Sumber: biji-bijian, sayuran, telur, mentega dan susu
Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kemandulan

Vitamin K (Koagulasi)

Fungsi: berperan dalam pembekuan darah dan dapat mencegah keguguran
Sumber: bayam, tomat, wortel
Kekurangan vitamin K mengakibatkan darah sulit membeku jika terluka dan pendarahan di dalam tubuh.

Nah, itu dia berbagai jenis vitamin dan fungsinya bagi tubuh. Di kesempatan lain, saya akan menjelaskan satu-persatu secara detil. Semoga bermanfaat.

Minggu, 29 Juni 2014

Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (D-3)

Nama Program Studi : Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (D-3)
Rumpun Ilmu : Ilmu Kesehatan
Konsentrasi/Kekhususan/Peminatan : ¤ Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
Gelar/Sebutan Lulusan : Ahli Madya (saja) atau Ahli Madya Manajemen Pelayanan Rumah Sakit atau Ahli Madya Kesehatan
Singkatan Gelar sesuai EYD : A.Md. atau A.Md.M.P.R.S. atau A.Md.Kes.
Singkatan Gelar yang populer (digunakan masyarakat/umum) : AMd. atau AMd.MPRS. atau AMd.Kes.
PTS Penyelenggara : --------
Beban Studi dan Masa Studi :  
Lulusan SMA/SMU, SMK, sederajat melanjutkan ke
D3 MPRS (Manajemen Pelayanan Rumah Sakit)
Beban Studi = 110 - 116 sks Masa Studi =
6 semester
Lulusan D2, D1, pindahan melanjutkan ke
D3 MPRS (Manajemen Pelayanan Rumah Sakit)
Beban Studi = dihitung dari sisa sks Masa Studi =
dihitung sisa sks

Kurikulum/Mata Kuliah : Lihat di bawah ini
Prospektus (Tujuan, Kompetensi, Prospek Kerja/Karir Lulusan) : Lihat di bawah ini

Gelar/sebutan tersebut di atas adalah gelar yang sering digunakan (belum tentu digunakan PTS terkait).

Mengenai gelar (untuk S1, S2, S3) atau sebutan (untuk diploma) yang digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah tidak baku (tidak standard) lagi, walaupun pemerintah telah membuat peraturannya, namun sebagian besar perguruan tinggi hanya mematuhi sebagian dari peraturan tersebut. Hal ini tidak dapat disalahkan, karena perkembangan rumpun ilmu yang sangat pesat dan memunculkan cabang-cabang ilmu baru yang merupakan integrasi dari beberapa rumpun ilmu, sehingga menyulitkan perguruan tinggi untuk mengelompokkan cabang tersebut terhadap rumpun ilmu yang dibuat pemerintah.

Demikian pula dengan cara membuat singkatan gelar/sebutan tersebut, masyarakat cenderung membuat singkatan sendiri yang justru lebih populer dibandingkan aturan EYD Bahasa Indonesia.

Di bawah ini diberikan kurikulum/mata kuliah dan prospektus (kompetensi alumnus, prospek kerja/karir lulusan, dsb). Untuk mata kuliah program studi Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (D-3) yang disampaikan disini adalah irisan (dan sebagian gabungan) dari kurikulum beberapa perguruan tinggi, sehingga dimungkinkan beberapa mata kuliah pilihan tidak ada di perguruan terkait, atau nama mata kuliahnya sedikit berbeda.


Prospektus D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (MPRS)
Tujuan Pendidikan Program Studi D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
  • Menghasilkan ahli madya manajemen pelayanan rumah sakit yang mampu memimpin dan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen pada berbagai jenis kegiatan dalam upaya pelayanan rumah sakit dan sarana kesehatan lain.
Kompetensi Lulusan D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
Lulusan Program Studi D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit dibekali dengan pengetahuan, etika profesi, ketrampilan, kepekaan dan kemampuan seperti berikut ini.
  • Kemampuan melaksanakan tugas administrasi/manajerial Rumah Sakit.
  • Kemampuan melaksanakan tugas sebagai staf pimpinan tingkat atas dan menengah.
  • Kemampuan mengelola informasi untuk kebutuhan pengambilan keputusan oleh pimpinan.
  • Kemampuan menyampaikan gagasan altenatif pemecahan masalah administrasi/manajerial.
  • Kemampuan menggunakan komputer baik untuk pengolahan kata maupun data dalam rangka sistem informasi rumaha sakit maupun melaksanakan completed staff work.
  • Kemampuan membina kerja sama dan kekompakan dalam melaksanakan tugas administrasi/manajerial rumah sakit.
  • Kemampuan dasar dalam pengelolaan keuangan, akuntansi, logistik, SDM, pemasaran dan peralatan/perlengkapan.
  • Kemampuan mengelola administrasi pelayanan rumah sakit, dan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan maupun praktik mandiri.
  • Kemampuan mengelola administrasi pembiayan pelayanan kesehatan.
  • Kemampuan mengelola administrasi informasi kesehatan dan biomedik di fasilitas kesehatan maupun praktik mandiri.
  • Memiliki rasa tanggung jawab dan tanggung gugat.
  • Kemampuan menggunakan produk penelitian (research consumer) Manajemen Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit sebagai bagian dari upaya untuk pengembangan manajemen rumah sakit berbasis data penelitian dan teknologi informasi.
  • Kemampuan meningkatkan kepuasan pengguna jasa kesehatan melalui identifikasi harapan dan kinerja pelayanan jasa kesehatan.
Profesi dan Karir Lulusan D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
Lulusan D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit dapat bekerja dan berkarir di Instansi Pemerintah atau Swasta (Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik, Dinas Kesehatan Pusat dan Daerah, fasilitas kesehatan, dsb) di Indonesia maupun di Mancanegara sebagai :
  • Administrator atau manajer madya.
  • Staf pimpinan tingkat atas dan menengah
  • Pengelola informasi umum untuk kebutuhan pengambilan keputusan oleh pimpinan.
  • Pengelola administrasi pembiayan pelayanan kesehatan.
  • Pengelola administrasi informasi kesehatan dan biomedik.
  • Manajer Madya Bidang Administrasi Pelayanan Umum atau Pelayanan Kesehatan.
  • Manajer Madya Bidang Keuangan
  • Manajer Madya Bidang Sumber Daya Manusia
  • Manajer Madya Bidang Logistik Medis / Non Medis
  • Manajer Madya Bidang Peralatan / Perlengkapan, Sarana Prasarana dan Pemeliharaan.
  • Manajer Madya Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan (Sampah dan Limbah)
  • Pengelola Customer Service dan Public Relation (Humas)
  • Pengelola Marketing
  • Pengelola K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
  • Dsb.


Mata Kuliah D3 Manajemen Pelayanan Rumah Sakit
* = Mata Kuliah Pilihan
T = Teori
P = Praktek / Laboratorium / Klinik / Lapangan 



Mata Kuliah SKS T P
Administrasi dan Manajemen Kesehatan22-
Administrasi Perkantoran Rumah Sakit211
Administrasi Perpajakan22-
Akuntansi Dasar Rumah Sakit22-
Aplikasi Komputer dan Internet untuk Manajemen Rumah Sakit I422
Aplikasi Komputer dan Internet untuk Manajemen Rumah Sakit II422
Bahasa Indonesia (Kearsipan dan Korespondensi)22-
Bahasa Inggris I211
Bahasa Inggris II211
Bahasa Inggris III211
Bahasa Inggris IV *211
Customer Relationship Management *22-
Epidemiologi Kesehatan22-
Ergonomi Kesehatan22-
Etika Profesi Kesehatan dan Pengembangan diri22-
Hukum dan Perundang-undangan Kesehatan dan Rumah Sakit33-
Humas Rumah Sakit22-
Ilmu Kesehatan Masyarakat & Kependudukan22-
Kesehatan Lingkungan22-
Kewirausahaan211
Keyboarding Skill33-
Komputer Akuntansi Rumah Sakit422
Korespondensi Bisnis *22-
Laboratorium Klinik Rekam Medis4-4
Leadership (Kepemimpinan) *22-
Manajemen Asuransi Kesehatan22-
Manajemen Bangsal Keperawatan *22-
Manajemen Gizi Rumah Sakit22-

Mata Kuliah SKS T P
Manajemen Kearsipan *22-
Manajemen Keuangan Rumah Sakit33-
Manajemen Logistik Rumah Sakit dan Farmasi33-
Manajemen Pelayanan Rumah Sakit321
Manajemen Pemasaran Rumah Sakit33-
Manajemen Perkantoran *22-
Manajemen Rekam Medis (PSRM)22-
Manajemen Sumber Daya Manusia33-
Metodologi Penelitian211
Pemotongan dan Pemungutan Pajak *22-
Pendidikan Agama22-
Pendidikan Kewarganegaraan22-
Pendidikan Pancasila22-
Pengantar Asuransi Kesehatan *22-
Pengantar Bisnis *22-
Pengantar Psikologi Kesehatan22-
Pengenalan Bahasa Arab *211
Pengenalan Bahasa Cina *211
Pengenalan Bahasa Jepang *211
Praktek Akuntansi Rumah Sakit2-2
Praktek Kerja Lapangan (PKL)2-2
Promosi Kesehatan *22-
PSIK (Biostatistik Rumah Sakit/Yankes)33-
Quality Insurance33-
Sanitasi Rumah Sakit22-
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit321
Standarisasi Akreditasi Rumah Sakit321
Statistik dan Probabilitas22-
Terminologi Medis33-
Tugas Akhir4-4

Rabu, 18 Juni 2014

CONDITIONAL SENTENCE ( IF CLAUSE )

CONDITIONAL SENTENCE ( IF CLAUSE )


 





Dosen Pengampu :
Novita Sari Raharja, M.Pd.B.I


Disusun oleh :
Arimas Adhan Frambudy (13155060)
Hendri (13155050)
Konradus Parsam Kasman (13155062)
Riri Arum Sari (13155…..)
Tulus Wiediantoko Pudja Hanggara (13155046)



KELAS DDR-9/13
JURUSAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT
POLITEKNIK PPKP YOGYAKARTA 
2014





BAB I
PEMBAHASAN
If Clause
An if clause (conditional sentence) implies a connection between two things or events. It expresses the idea that one thing follows from another, or depends on another:
IF condition THEN Condition B IF Condition A
Generally, such sentence refer to events or situations that are possible, and not to anything actually happened or is happening. The meaning of an if clause depends on the tense of the within it. There are pour important patterns: Zero Conditonal, Type One Conditional, Type Two Conditional, and Type Three Conditional

a.    Zero Conditional
Formula: If + Simple Present, Simple Present
It expresses a general or scientific thruth which is true for the past, present or future
            Ex: - if you add two and two, you get four
                         - Water boils, if you heat it at 100°c
            The simple present used in the result clause expesses a habitual activity or situation
            Ex: - if I don’t eat breakfast, i always hungry during class
                         - my dogs start barking, if someone knocks on the door

b.    Type One Conditional
Formula: If+Simple present, will
it states a connection between events or situations which are possible but not certain. The result clause concerns a particular activity or situation in the future.
Ex: - if she wins the next match, she will be world champion
       - the match will be canceled, if it rains tomorrow
       - if you hit me, I will tell teacher
       - if I don’t eat breakfast tomorrow morning, I will get hungry during class




c.    Type Two Conditional
Formula: if + Simple past, Would
it is used to refer to imaginary situations in the present. Although the simple past is used in the IF part. It doesn’t refer to the past. It simply shows that the situation is not an exiting one
            Ex:       - if Carlos had a razor blade, he would shave
                        - if Mary were here, she would know what to do
                        - if my friends didn’t come to the party, I’d be really sad
                        - what would you do, if you were a millionaire?

d.    Type Three Conditional
Formula: IF Past Perfect, Would Have + Past Participle
it states a connection between imaginary or possible situations in the past. What happened, can not be changed.
Ex:       - if he had asked me, I would have said “yes”
                         - if we hadn’t missed the bus, we wouldn’t have been late
                         - where would you have gone, if you hadn’t found any where else to stay?








BAB II
PENUTUP
A.    Kesimpulan
-          Zero Conditional
o   Formula: If + Simple Present, Simple Present (mengungkapkan tentang fakta)

-          Type one conditional
o   Formula: If+Simple present, will (mengungkapkan tentang perencanaan)

-          Type two conditional
o   Formula: if + Simple past, Would (mengungkapkan tentang imajinasi/hayalan)

-          Type three conditional
o   Formula: IF Past Perfect, Would Have + Past Participle (mengungkapkan tentang penyesalan)





















Daftar Pustaka




Akuntansi Dasar 1

Pengertian Akuntansi


          AICPA (American Institute of Certified Public Accountans)
                Seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya
          American Accounting Association
                Proses mengidentifikasi/mengenali, mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang tepat oleh pengguna informasi yang bersangkutan
          Definisi ini mengandung dua pengertian:
                1. Kegiatan Akuntansi
 2.Kegunaan Akuntansi
 
SEJARAH AKUNTANSI
          Pada tahun 1494, Luca Pacioli, seorang ahli matematika Italia menerbitkan buku pertama yang menjelaskan mengenai sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping)
          Bukunya berjudul Summa de Aritmatika Proportioni et Proportionalita menjelaskan mengenai pencatatan dua sisi (debet dan kredit)
          Bapak Akuntansi


Pengguna Informasi Akuntansi
Pengguna informasi akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan, yaitu:
v  Para pengguna yang berkepentingan langsung: pemilik dan calon pemilik, kreditor dan calon kreditor, manajemen, karyawan dan calon karyawan dan pemerintah.
v  Para pengguna yang tidak berkepentingan langsung: analis dan konsultan keuangan, asosiasi dagang dan serikat buruh.
 
Informasi Akuntansi